Thursday, April 14, 2005

Kumpulan tulisan indah karya PRIMUS

di bagian ini anda masih ditawarkan sisi lain lagi seorang PRIMUS. Bagi orang-orang yang sering berada didekatnya kegemaran yang satu ini sudah tak asing lagi, bahkan tak sedikit dari mereka secara khusus meminta dia untuk menuliskan sesuatu. Berbakat atau tidak itu terserah anda untuk menilainya, sejauh apa jiwa seni yang terpatri tergantung anda memandangnya. OK silahkan menikmati. Selalu anda ingat, di sini dunia bebas, saya menulis anda membaca.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*****ini cerita tentang bintang bintang yang ada di langit*****
bintang bintang dengan cahaya redup nan indah, namun mampu memberikan kehangatan jiwa layaknya matahari kala siang.

di malam-malam tertentu telah lama aku mencari sesuatu dengan menenggelamkan diriku terhanyut dalam pesona yang ditawarkan bintang-bintang, saat aku berusaha menghangatkan hatiku dengan mengagumi keindahan para bintang.

kulakukan hal tersebut dengan harapan dapat terisikan bagian hampa di dalam hatiku, namun dsebenarnya kutahu bahwa kesenangan yang kudapatkan darinya adalah sesuatu kesemuan, pikirku setidaknya hal tersebut mampu menutup kekosongan tersebut.

bagaimanapun juga sebesar apapun penutup tetaplah takkan mampu mengisi kekosongan itu.

hingga di suatu hari, malam saat aku sedang tak melihat bintang-bintang yang bertebaran.
mataku tersilaukan oleh cahaya suatu bintang yang sebenarnya adalah cahaya yang serupa dengan pancaran bintang yang lainnya.

semula aku tak menghiraukannya, itu hanya pesona dari bintang baru pikirku dalam hati saat itu.

entah suatu kebetulan ataukah keberuntungan, tak dapat kutemukan kata kata untuk membantu mulutku mengungkapkan makna pengalaman saat itu.

malam-malam berikutnya entah sejak kapan setiap aku melihat bintang, hatiku dari lubuknya diam-diam berharap untuk melihat lagi pancaran bintang baru tersebut. dan memang benar, pancaran yang dimiliki bintang tersebut telah menarik hatiku untuk menantikannya setiap malam. bahkan saat siang aku masih merasakan sisa kehangatan yang dipancarkannya.

seiring waktu berlalu diriku merasa ingin memiliki bintang tersebut agar kudapat merasakan kehangatannya pula di saat siang. serta ingin kumeletakkannya di dadaku, di bagian kosong kehampaan hatiku. terdengar egois memang, namun aku memiliki keyakinan bahwa bintang tersebut akan mampu menyesaki ruang hampa yang ada di dalam dadaku.

malam ini perasaan hangat itu semakin dekat, bahkan jika kau meletakkan tangan di atas dadaku dapat kau rasakan bahwa sebagian ruang hampaku telah terisi. tapi bukan sebagian yang kuinginkan. kuinginkan seutuhnya diri sang bintang bersedia untuk menyesaki hatikuhingga lepaslah aku akan penderitaan dalam kehampaan.

aku tak tahu dengan tepat apa yang terjadi saat kehampaan itu sirna saat di tempati, namun yang pasti aku yakini bahwa ruang yang tersedia dalam hatiku meski telah lama hampa, dia tetap mampu memberi kenyamanan untuk ditinggali, bagi sebuah bintang sekalipun, ku meyakini bahwa kurela melakukan apa saja untuk membuat sang bintang merasa bahwa hatiku tempat yang layak.

kini telah kuceritakan semua tentang sebuah bintang, tentang keyakinan akan hilangya kehampaan, hanya satu lagi hal yang ingin kutegaskan untuk mengakhii cerita ini.

jawabanmu wahai sang bintang
------------------------------------------------------------------------------------------------
ulasan singkat :
tulisan ini ditulis Primus saat dia sedang mengagumi sesuatu yang sangat indah, cantik, mempesona. Keposesifan melandanya, lahirlah tulisan ini
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tuesday, April 12, 2005

Saya orang jawa, tapi.....

Ayah saya lahir di solo dengan kakek-nenek saya yang orang solo pula, sementara ibu saya lahir di solo juga namun kakek-nenek dari ibu berasal dari rembang, daerah pesisir utara namun masih jawa tengah juga. Jadi tak ada keraguan lagi betapa kentalnya darah jawa yang mengalir di nadi saya.
Tak mungkin saya ingkari jika sifat, perilaku serta tingkah laku keseharian saya sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya orang jawa. Mulai dari sifat ramah, terbuka, menghormati orang laen, sabar, legowo hingga sifat negatif orang jawa layaknya, menerima apa adanya, membiarkan semuanya berjalan sesuai alurnya(gampang pasrah) serta banyak lagi.
Sebagai orang Jawa dengan kehidupan zaman modern, tak pelak lagi segala macam bentuk asimilasi budaya harus saya lakukan, dengan alasan agar tetap exist,. Setelah saya menjalani 1/3 dari hidup saya (jika mengacu pada umur nabi), memang asimilasi perlu, tapi bukan berarti akan mengikis habis urat-urat jawa yang ada.
Mungkin yang tertulis diatas juga merupakan salah satu budaya jawa yang masih mengalir dalam darah saya"kemampuan beradaptasi yang tinggi di segala bentuk budaya manusia". Olehnya jangan terkejut jika setiap anda menginjakkan kaki dimanapun setiap ada penjual soto, bakso, saya berani bertaruh mereka adalah orang jawa.
Saat ini saya hidup di Bandung, yah meski masih satu pulau juga tapi orang sunda pasti mengidentifikasikan saya sebagai orang jawa, mengacu pada jawa tengah ke timur. Di sini dengan mudahnya saya menemukan orang jawa setiap mata saya membuang pandang.
Namun di sisi lain, orang jawa juga memiliki sebuah budaya yang sangat kurang saya setujui. karena dengan budaya tersebut bisa jadi adalah salah satu penyebab keterpurukan bangsa Indonesia. Kebiasaan tersebut yaitu "sungkan" atau dalam jawa tengah disebut "pakewuh".
Makna sebenarnya adalah berhubungan dengan sopan santun, tapi dalam pelaksanaannya yang terjadi adalah penyamaran terhadap suatu keburukan dari realitas yang terjadi.